Archive for 2016

DDoS attack adalah Distributed-Denial-of-Service attack, sebuah usaha untuk membuat suatu sumber daya komputer menjadi tidak bisa dipakai oleh user-nya, dengan menggunakan ribuan zombie system yang ‘menyerang’ secara bersamaan. Tujuannya negatif, yakni agar sebuah website atau layanan online tidak bisa bekerja dengan efisien atau bahkan mati sama sekali, untuk sementara waktu atau selama-lamanya. DDoS attack adalah salah satu model dari DoS ( denial-of-service) attack.
Target serangan DoS attack bisa ditujukan ke berbagai bagian jaringan. Bisa ke routing devices, web, electronic mail, atau server Domain Name System.
Ada 5 tipe dasar DoS attack :
1. Penggunaan berlebihan sumber daya komputer, seperti bandwith, disk space, atau processor.
2. Gangguan terhadap informasi konfigurasi, seperti informasi routing.
3. Gangguan terhadap informasi status, misalnya memaksa me-reset TCP session.
4. Gangguan terhadap komponen-komponen fisik network.
5. Menghalang-halangi media komunikasi antara komputer dengan user sehingga mengganggu komunikasi.
2. Gangguan terhadap informasi konfigurasi, seperti informasi routing.
3. Gangguan terhadap informasi status, misalnya memaksa me-reset TCP session.
4. Gangguan terhadap komponen-komponen fisik network.
5. Menghalang-halangi media komunikasi antara komputer dengan user sehingga mengganggu komunikasi.
DoS attack juga termasuk eksekusi malware, yang dimaksudkan untuk :
* Memaksimalkan kerja processor, sehingga memblok tugas-tugas yang lain.
* Memicu terjadinya error di dalam microcode.
* Memicu error pada urutan instruksi dan memaksa komputer menjadi tidak stabil dan locked-up.
* Memanfaatkan error-error yang ada di system operasi yang berbuntut pada ‘kematian’ system.
* Membuat system operasi menjadi crash.
* iFrame (D)DoS, di dalamnya terdapat sebuah dokumen HTML yang sengaja dibuat untuk mengunjungi halaman web ber-kilobyte tinggi dengan berulang-ulang, hingga melampaui batas bandwith.
* Memicu terjadinya error di dalam microcode.
* Memicu error pada urutan instruksi dan memaksa komputer menjadi tidak stabil dan locked-up.
* Memanfaatkan error-error yang ada di system operasi yang berbuntut pada ‘kematian’ system.
* Membuat system operasi menjadi crash.
* iFrame (D)DoS, di dalamnya terdapat sebuah dokumen HTML yang sengaja dibuat untuk mengunjungi halaman web ber-kilobyte tinggi dengan berulang-ulang, hingga melampaui batas bandwith.
Gejala-gejala DDoS attack :
* Kinerja jaringan menurun. Tidak seperti biasanya, membuka file atau mengakses situs menjadi lebih lambat.
* Fitur-fitur tertentu pada sebuah website hilang.
* Website sama sekali tidak bisa diakses.
* Peningkatan jumlah email spam yang diterima sangat dramatis. Tipe DoS yang ini sering diistilahkan dengan “Mail Bomb”.
* Fitur-fitur tertentu pada sebuah website hilang.
* Website sama sekali tidak bisa diakses.
* Peningkatan jumlah email spam yang diterima sangat dramatis. Tipe DoS yang ini sering diistilahkan dengan “Mail Bomb”.
Pecahkan Rekor Dunia, Overclock Intel Skylake Capai Kecepatan 7GHz Lebih
Posted by Rize27
Selasa, 09 Februari 2016
Prosesor dari Intel dengan seri “K” memang terkenal tangguh dalam hal overclock. Apalagi dengan hadirnya prosesor seri terbaru Intel, Skylake, banyak yang penasaran sejauh mana prosesor generasi ke-6 tersebut dapat digeber lebih kencang.
Dikutip dari Hexus, Selasa (9/2/2016), disebutkan bahwa kabarnya prosesor Intel Skylake kini mendapatkan rekor baru dalam hal kecepatan. Kali ini giliran Intel Core i7 6700K yang dipaksa bekerja keras untuk mencapai angka tertinggi di dunia, dimana disebutkan bahwa prosesor tersebut kini telah memecahkan rekor dunia, sebagai prosesor Intel Skylake tercepat di dunia, dengan kecepatan 7.025,66MHz alias 7GHz.
Adalah Chi-Kui Lam, overclocker asal Hongkong dibalik Intel Core i7 6700K tercepat di dunia ini. Dirinya baru saja mengalahkan rekor sebelumnya, yang mana selisih jaraknya hanya beberapa poin saja, yaitu 7.007,85MHz oleh overclocker asal Jerman, der8auer. Perlu diketahui bahwa Intel Core i7 6700K memiliki base clock 4GHz dengan fitur Turbo Boost mencapai 4,2GHz.
Pada situs HWBOT, dituliskan Chi-Kui Lam menggunakan motherboard dari AsRock Z170M OC Formula, dengan RAM sebesar 4GB DDR4 dari G.SKILL Ripjaws. Lalu ada SSD dari Plextor M5P 256GB, sebuah VGA card Nvidia GeForce GT630, serta power supply Antec 1300W. Yang menarik adalah, sistem operasi yang digunakan adalah Windows XP.
Seperti overclocker lainnya, Chi-Kui Lam menjadikan prosesor ini bekerja secara single core, dengan voltase core-nya sebesar 4.032V. Tentunya untuk membebani ini semua dia menggunakan pendingin liquid nitrogen untuk menekan suhu panas.
Tertarik untuk menggeber prosesormu melampaui Chi-Kui Lam?
(beritateknologi.com)
(beritateknologi.com)
Inilah Komputer PALING CANGGIH Di Dunia Dengan Processor 16 Core dan RAM 768 GB!
Posted by Rize27
Rabu, 20 Januari 2016
Komputer paling powerful ini memang jika dilihat dari luar akan terlihat biasa biasa saja, namun bentuk casingyang seperti ini akan membuat CPU CoreMC Gen3 ini akan tampil beda karena dengan spesifikasi yang powerfuldia hanya memasang casing yang simple, tidak dengan casing yang mewah.
Kelebihan dari CoreMC Gen3
Setiap CoreMC terletak di casing aluminium hitam berbalut chasis yang dilengkapi dengan empat lubang besar ukuran 140 mm yang akan memberikan cukup aliran udara. Sebuah plat nama depan merupakan bagian dari desain dan berfungsi sebagai penyekat untuk mengurangi kebisingan operasional.
CPU ini juga dilengkapi dengan filter debu untuk menjaga interior dari kotoran serta menjaganya tetap bersih.Casing yang kuat dipasang untuk menahan bantingan apabila CPU jatuh. Bagi pengguna yang membutuhkan pemakaian lebih, sudah tersedia empat port selang pendingin yang disediakan di bagian belakang casing denganstar gommets.
Spesifikasi CoreMC Gen3
| Spesifikasi | CoreMC Gen3 |
|---|---|
| Processor Type | Xeon LGA 2011 |
| Processor Options | 6-core (2.0GHz), 8-core (2.0GHz) and 8-core (2.9GHz) (Single Processor or Dual Processor configuration. Both processors must be the same) |
| Number of RAM Slots | 12 per Processor (24 Total) |
| Size of RAM | 4GB / 8GB / 16GB / 32GB Max RAM: 768GB |
| Drives | (2) x 2.5" HD Bay: 128SSD, 256SSD, and 512SSD (5) x 3.5" HD Bay: 1TB(7200RPM), 2TB(7200RPM), 3TB(7200RPM) and 4TB(7200RPM) |
| Optical Drive | DVD / CD Burner and Blu-ray Burner |
| Echo MIA MINI Digital Audio card | (2 ins balanced, 2 outs balanced, MIDI, S/PDIF, 24bit-96kHz) |
| RME Hammerfall HDSP 9652 | 3 x ADAT digital I/O 1 x SPDIF digital I/O S/PDIF 1 x Word clock I/O (BNC) 1 x ADAT Sync In (9-pin D-type) 2 x MIDI I/O 32 channels high-speed MIDI 12 channels 96 kHz/24 bit for record and playback on ADAT optical) IF (in/out) MIDI (in/out) +1 direct keyboard MIDI out Sample Rate (24bit 96KHz) |
| RME HDSPe RayDAT | (36 Inputs / 36 Outputs, 4 x ADAT I/O (up to 192 kHz via S/MUX4) 1 x AES/EBU I/O (192 kHz) 1 x SPDIF I/O (192 kHZ) 2 x MIDI I/O |
| Supported Sample Frequencies | Internally 32, 44.1, 48, 64, 88.2, 96, 176.4, 192 kHz. Externally 28 kHz - 200 kHz) |
| Included | 1GB High-performance video card |
| SLI video card | Up to 3-way SLI GTX 680 video cards |
| Video Processing GPU card | Quadro 6000 card |
| Music Computing software | SonicSource VSTi (3000+ sounds / 16GB) |
| OS | Microsoft Windows 8 Professional (64-bit) |
| Port | 4 USB 2.0 Port (external), 4 USB 2.0 headers (internal) |
| FireWire | Optional 400 / 800 |
| MIDI | Optional |
| Ethernet | 1000BASE-T |






